Tampilkan postingan dengan label Takut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Takut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Agustus 2017

Kita Tidak akan pernah bisa sama...





Kita Tidak akan pernah bisa sama...

Oleh : donnieluthfiyy

Menyatukan pemikiran dan penafsiran serta cara pandang memang amat sangat sulit dan memang hampir mustahil kecuali dengan Hidayah Allah swt...
Manusia diciptakan dengan Tabi'at, sifat dan karakter yang berbeda-beda, dan itu pula yang mempengaruhi perbedaan dalam cara pandang dan pemikirannya...
Walaupun sama yang dibaca atau sama-sama menyaksikan namun tetap saja ada celah perbedaan dalam memahami serta menafsirkannya...
Kenapa bisa seperti itu....
Hakikinya adalah supaya Manusia bisa menyadari bahwasannya dirinya hanyalah makhluk yang lemah dan tak berdaya dengan segala kekurangannya...
Dalam Memahami Ilmu-ilmu Agama... para ulamapun berbeda-beda dalam memahami dan menafsirkan...
Seperti dalam Fiqih terdapat 4 Madzhab dan masing-masing Madzhabpun memiliki manhaj yang berbeda dalam berijtihad...
begitupun dalam Ilmu Tafsir bahkan Nahwu (Tata Bahasa)...
Jika kita sebagai manusia masih belum menyadari Fitrahnya yang diciptakan berbeda-beda, serta masih belum bisa menerima adanya perbedaan, maka sungguh rugi kehidupannya... karena hanya akan terus tersiksa oleh suatu keadaan yang merupakan Sunatullah yang secara pasti Ia tidak akan bisa dan kuasa untuk merubahnya...
Maka berenanglah mengikuti Arus sungai agar tidak kelelahan dan membuang energi cuma-cuma... namun janganlah menjadi sampah ataupun limbah yang merugikan bagi kebersihan dan kesucian air sungai tersebut...
Allah swt berfirman dalam Surat Ar-Rum ayat 22

وَمِنْ آَيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

Allah swt berfirman Surat Al-Hujurat ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Wallahu A'lam....

Rabu, 05 April 2017

BAB MENERANGKAN KHAUF DAN ROJA



Bab Khouf dan Roja
Dari Kitab Syarah Hadits Jibril Karya Al Allamah Sayyidil Habib Zain Bin Ibrahim Bin Sumith ra halaman 146.
Diterjemahkan oleh : donnieluthfiyy

Khouf yaitu Pengenalan Hati atas keagungannya Allah, keperkasaanNya, Dahsyat hukumanNya dan Pedih siksaNya. Adapun Buah dari khouf adalah Terhindarkan dari perkara yang tidak di Ridloi Allah swt, Khouf adalah gerakan hati yang mencegah manusia dari Maksiat dan hal-hal yang menyelisihi Allah swt.
Roja yaitu suatu prasangka yang baik kepada Allah swt dengan sebab mengenalnya hati atas keluasan rahmatnya Allah swt dan agungnya kelembutan Allah swt serta belas kasihNya. Adapun buahnya roja yaitu Baiknya amal dengan amal-amal yang sholeh, Roja adalah tertuntunnya seorang hamba kepada ketaatan dan hal-hal yang bersesuaian dengan kehendak Allah swt.
Maka dapat diketahui, sesungguhnya Khouf dan Roja adalah dua obat yang bermanfa’at untuk penyakit-penyakit hati, seperti penyakit merasa aman dari makar (Tipu daya sebagai ujian) Allah swt dan penyakit keputus asaan dari Rahmatnya Allah swt, dan keduanya adalah sebagian dari dosa-dosa besar.
** Seorang hamba ketika merasa telah paling pintar, paling baik, paling sholeh, paling taat, paling mengetahui akan agama Allah dan merasa paling benar maka berhati-hatilah bahwasannya Allah swt sedang membuat makar untuknya, apakah ia akan tertipu atau tidak dengan apa yang ia perbuat tersebut.
** Dan jangan sampai karena rasa takut yang berlebihan kemudian meninggalkan pengharapan kepada Allah swt, sehingga bersikap berlebihan dalam Agama, menyalahkan dan mencacimaki lainnya, seakan ia tidak mengetahui akan sifat Rahmat dan kelembutannya Allah swt kepada seluruh makhluknya.
Allah swt berfirman dalam surat Al A’raf ayat 99 :
فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“ Tiada (orang) yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi “.
Dan Allah swt berfirman dalam surat Yusuf ayat 87 :
إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“ Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir ".
Dan dalam sebuah hadits Qudsi dari Allah swt berfirman :
وعزتي وجلالي لا أجمع على عبدي خوفين وأمنين إذا خافني في الدنيا أمنته يوم القيامة وإذا أمنني في الدنيا أخفته يوم القيامة
“ Demi keperkasaan dan keagunganku tidak akan aku mengumpulkan pada hambaku dua Khouf dan dua rasa aman, ketika ia punya rasa khouf kepadaku di dunia maka ia aku akan berikan rasa aman kepadanya di hari kiamat, dan ketika ia merasa aman dariku di dunia aku akan berikan rasa khouf kepadanya kelak di hari kiamat “.
** Khouf dan Roja adalah dua hal yang harus seimbang dalam kehidupan manusia sebagai Hamba Allah swt, karena jika lebih kuat khouf daripada roja’nya maka ia akan terhantui oleh rasa takut berlebihan terhadap dosa dan mengakibatkan kedholiman juga kerusakan di muka bumi serta akan dikhawatirkan masuk kedalam dosa yang besar, begitupun sebaliknya, jika lebih kuat Roja’nya daripada khoufnya maka akan meremehkan Agamanya sehingga masuk pula kedalam dosa besar.
Para ahli ma’rifat (Semoga Allah swt memberikan kemanfaatan ilmu mereka kepada kita) berkata : “ Hal yang paling utama pada jalan yang benar di dalam agamanya adalah agar hendaknya menyeimbangkan antara khoufnya dan Roja’nya, sehingga menjadi seperti dua sayap burung . dan bahwasannya adapun selain jalan yang benar adalah meremehkan atas perintah-perintah Allah swt dan larangan-larangan Allah swt, dan melampaui atas batas-batas hukum Allah swt dan kemaksiatan kepadaNya. Maka perbaikilah baginya dengan cenderung kepada Khouf sampai kepada jalan yang benar, kecuali orang yang mendekati kematian. Dan akan menghadap Allah swt dan yang akan kembali kepada kampung akhirat, maka sebaiknya (orang-orang yang seperti tersebut) agar menjadikan Roja adalah menguasai hatinya, agar ia meninggal dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah swt, maka dalam sebuah hadits di sabdakan :
لا يموت أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله تعالى
“ Tidaklah meninggal dunia seseorang diantara kalian kecuali ia berprasangka baik kepada Allah swt “.
Dan telah berkata Ibnu Abbas ra “ Ketika kalian melihat seorang lelaki sedang menghadapi kematiannya, maka berikanlah kabar kembira kepadanya atas pertemuannya dengan Allah swt, dan hal itu adalah dengan berprasangka baik kepada Allah swt, namun ketika ia masih hidup maka takut-takutilah ia (terhadap Siksa dan Makarnya Allah swt).

Khouf dan Roja adalah dua perasaan hati yang harus tetap di jaga keseimbangannya, agar bisa mencapai Mustaqiem (Jalan lurus yang tengah), sehingga akan menciptakan dampak yang baik bagi makhluk Allah swt dan juga senantiasa bisa beribadah dengan kebaikan kepada Allah swt.

Wallahu a’lam... Semoga ada manfa’atnya... amiin.



List Video