Tampilkan postingan dengan label Jibril. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jibril. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juni 2017

HAKIKAT AGAMA



*Hakikat Agama.*

Oleh : donnieluthfiyy

Agama Allah swt adalah suatu perkara yang dijalankan oleh para Nabi dan para Rasul, dan pada setiap dari mereka terdapat Aturan yakni yang disebut dengan Syari’at, Allah swt berfirman :

لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا
“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang “ *_(Al Maidah Ayat 48)._*

Adapun Agama Islam adalah meruapakan Agama yang pertama (Sejak awal penciptaan) dan terakhir (Sampai hari kiamat).

Allah swt berfirman :
ومن يبتغ غير الإسلام ديناً فلن يقبل منه
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya “ *_(Al Imran Ayat 85)_*
Ayat tersebut bersifat umum di setiap zaman dan tempat.

Maka adapun Nabi Nuh, Ibrahim, Ya’kub dan cucu-cucunya (Bani Israil), Musa, ‘Isya dan para Hawariyyun, mereka semua beragama Islam dan mereka beribadah kepada Allah yang satu tiada sekutu baginya.
Buktinya adalah Firman Allah swt berkenaan Nabi Nuh :

يا قوم إن كان كبر عليكم مقامي و تذكيري بآيات الله فعلى الله توكلت فأجمعوا أمركم
“ Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu “. *_(Yunus Ayat 71)_*
Sampai pada Kalimat.
وأمرت أن أكون من المسلمين
“ Dan aku diperintahkan agar menjadi sebagian dari orang-orang Islam/ Muslim “ *_(Yunus Ayat 72)_*
Dan juga Allah swt berfirman :

ومن يرغب عن ملة إبراهيم إلا من سفه نفسه ولقد اصطفيناه في الدنيا وإنه في الآخرة لمن الصالحين
إذ قال له ربه أسلم قال أسلمت لرب العالمين
ووصّى بها إبراهيم بنيه ويعقوب يا بَني إن الله اصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون
“ Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh “.
“ Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Taslimlah (Tunduk Patuh menjadi Muslim)" Ibrahim menjawab: "Aku Taslim kepada Tuhan semesta alam “.
“ Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam “. *_(Al Baqoroh Ayat 130 s/d 132)_*

Maka Bahwasannya Agama Para Nabi itu satu walaupun dengan bermacam-macam Syari’at mereka, seperti terdapat pada Bukhari Muslim dari Baginda Nabi saw, beliau bersabda :
إنا معشر الأنبياء ديننا واحد
“ Sesungguhnya kami semua para Nabi agama kami adalah satu “ *_(HR. Bukhari Muslim)_*

Di Akhir tulisan ini mudah2an bisa menyadarkan diri kita, siapakah kita, dan apa peran kita ini...
Allah swt berfirman :

شرع لكم من الدين ما وصّى به نوحاً والذي أوحينا إليك وما وصينا به إبراهيم وموسى وعيسى أن أقيموا الدين ولا تتفرقوا فيه كبر على المشركين ما تدعوهم إليه
“ Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: *Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.* Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya “. *_(Asyuura Ayat 13)_*

Memang terasa berat Bagi orang2 musyrik menerima Agama Tauhid ini, namun kita diperintahkan untuk mengenalkan dan mengajak mereka kepada kebenaran, dengan sabar dan banyak bertawakkal, Cara yang baik akan menghasilkan yang baik pula.


Wallahu A’lam.... Semoga ada manfaatnya.

Rabu, 05 April 2017

BAB MENERANGKAN KHAUF DAN ROJA



Bab Khouf dan Roja
Dari Kitab Syarah Hadits Jibril Karya Al Allamah Sayyidil Habib Zain Bin Ibrahim Bin Sumith ra halaman 146.
Diterjemahkan oleh : donnieluthfiyy

Khouf yaitu Pengenalan Hati atas keagungannya Allah, keperkasaanNya, Dahsyat hukumanNya dan Pedih siksaNya. Adapun Buah dari khouf adalah Terhindarkan dari perkara yang tidak di Ridloi Allah swt, Khouf adalah gerakan hati yang mencegah manusia dari Maksiat dan hal-hal yang menyelisihi Allah swt.
Roja yaitu suatu prasangka yang baik kepada Allah swt dengan sebab mengenalnya hati atas keluasan rahmatnya Allah swt dan agungnya kelembutan Allah swt serta belas kasihNya. Adapun buahnya roja yaitu Baiknya amal dengan amal-amal yang sholeh, Roja adalah tertuntunnya seorang hamba kepada ketaatan dan hal-hal yang bersesuaian dengan kehendak Allah swt.
Maka dapat diketahui, sesungguhnya Khouf dan Roja adalah dua obat yang bermanfa’at untuk penyakit-penyakit hati, seperti penyakit merasa aman dari makar (Tipu daya sebagai ujian) Allah swt dan penyakit keputus asaan dari Rahmatnya Allah swt, dan keduanya adalah sebagian dari dosa-dosa besar.
** Seorang hamba ketika merasa telah paling pintar, paling baik, paling sholeh, paling taat, paling mengetahui akan agama Allah dan merasa paling benar maka berhati-hatilah bahwasannya Allah swt sedang membuat makar untuknya, apakah ia akan tertipu atau tidak dengan apa yang ia perbuat tersebut.
** Dan jangan sampai karena rasa takut yang berlebihan kemudian meninggalkan pengharapan kepada Allah swt, sehingga bersikap berlebihan dalam Agama, menyalahkan dan mencacimaki lainnya, seakan ia tidak mengetahui akan sifat Rahmat dan kelembutannya Allah swt kepada seluruh makhluknya.
Allah swt berfirman dalam surat Al A’raf ayat 99 :
فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“ Tiada (orang) yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi “.
Dan Allah swt berfirman dalam surat Yusuf ayat 87 :
إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“ Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir ".
Dan dalam sebuah hadits Qudsi dari Allah swt berfirman :
وعزتي وجلالي لا أجمع على عبدي خوفين وأمنين إذا خافني في الدنيا أمنته يوم القيامة وإذا أمنني في الدنيا أخفته يوم القيامة
“ Demi keperkasaan dan keagunganku tidak akan aku mengumpulkan pada hambaku dua Khouf dan dua rasa aman, ketika ia punya rasa khouf kepadaku di dunia maka ia aku akan berikan rasa aman kepadanya di hari kiamat, dan ketika ia merasa aman dariku di dunia aku akan berikan rasa khouf kepadanya kelak di hari kiamat “.
** Khouf dan Roja adalah dua hal yang harus seimbang dalam kehidupan manusia sebagai Hamba Allah swt, karena jika lebih kuat khouf daripada roja’nya maka ia akan terhantui oleh rasa takut berlebihan terhadap dosa dan mengakibatkan kedholiman juga kerusakan di muka bumi serta akan dikhawatirkan masuk kedalam dosa yang besar, begitupun sebaliknya, jika lebih kuat Roja’nya daripada khoufnya maka akan meremehkan Agamanya sehingga masuk pula kedalam dosa besar.
Para ahli ma’rifat (Semoga Allah swt memberikan kemanfaatan ilmu mereka kepada kita) berkata : “ Hal yang paling utama pada jalan yang benar di dalam agamanya adalah agar hendaknya menyeimbangkan antara khoufnya dan Roja’nya, sehingga menjadi seperti dua sayap burung . dan bahwasannya adapun selain jalan yang benar adalah meremehkan atas perintah-perintah Allah swt dan larangan-larangan Allah swt, dan melampaui atas batas-batas hukum Allah swt dan kemaksiatan kepadaNya. Maka perbaikilah baginya dengan cenderung kepada Khouf sampai kepada jalan yang benar, kecuali orang yang mendekati kematian. Dan akan menghadap Allah swt dan yang akan kembali kepada kampung akhirat, maka sebaiknya (orang-orang yang seperti tersebut) agar menjadikan Roja adalah menguasai hatinya, agar ia meninggal dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah swt, maka dalam sebuah hadits di sabdakan :
لا يموت أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله تعالى
“ Tidaklah meninggal dunia seseorang diantara kalian kecuali ia berprasangka baik kepada Allah swt “.
Dan telah berkata Ibnu Abbas ra “ Ketika kalian melihat seorang lelaki sedang menghadapi kematiannya, maka berikanlah kabar kembira kepadanya atas pertemuannya dengan Allah swt, dan hal itu adalah dengan berprasangka baik kepada Allah swt, namun ketika ia masih hidup maka takut-takutilah ia (terhadap Siksa dan Makarnya Allah swt).

Khouf dan Roja adalah dua perasaan hati yang harus tetap di jaga keseimbangannya, agar bisa mencapai Mustaqiem (Jalan lurus yang tengah), sehingga akan menciptakan dampak yang baik bagi makhluk Allah swt dan juga senantiasa bisa beribadah dengan kebaikan kepada Allah swt.

Wallahu a’lam... Semoga ada manfa’atnya... amiin.



Selasa, 28 Maret 2017

Kisah Mi'roj Rasulullah SAW...



Kisah Mi'roj Rasulullah SAW...
Di Kutip Dari Kitab Isra Mi’raj Imam Al Muhadits Jalaluddin As Suyuthi ra.

Diterjemahkan oleh : donnieluthfiyy

Imam Muslim berkata : Telah meriwayatkan kepada kami Imam Syaiban Bin Farukh, dari Imam Hammad Bin Salamah dari Imam Tsabit Al Banani dari Sahabat Anas rah :
                قال مسلم:
  حدثنا شيبان بن فروخ، عن حماد بن سلمة، عن ثابت البناني عن أنس رضي اله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وعلى آله قال:
" أتيت بالبراق ـ وهو دابة أبيض طويل فوق الحمال دون الغل، يضع حافره عند منتهى طرفه ـ قال: فركبته حتى أتيت بيت المقدس، فربطته بالحلقة التي يربط بها الأنبياء ثم دخلت المسجد فصليت فيه ركعتين، ثم خرجت فجاءني جبريل ( عليه السلام) بإناء من خمر وإناء من لبن فاخترت اللبن، فقال جبريل: اخترت الفطرة.
  ثم عرج بنا الى السماء الدنيا، فاستفتح جبريل؛ فقيل من أنت؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: بعث إليه: ففتح لنا فإذا أنا بآدم، فرحب بي ودعا لي بخير ثم عرج بنا الى السماء الثانية فاستفتح جبريل، فقيل من أنت؟ فقال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: قد بعث إليه؟ قال: بعث إليه. ففتح لنا فإذا أنا بابنى الخالة عيس بن مريم ويحيى بن زكريا، فرحبا بي ودعوا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء الثالثة، فاستفتح جبريل، فقيل: من أنت؟ فقال: جبريل: قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: وقد بعث اليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا، فإذا انا بيوسف وإذا هو قد أعطي شطر الحسن، فرحب بي ودعا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء الرابعة: فاستفتح جبريل، قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: وقد بعص إليه؟ قال: قد بعث الله إليه. ففتح لنا، فإذا أنا بأدريس، فرحب بي ودعا لي بخير.
قال الله تعالى:{ ورفعناه مكانا عليّا} مريم /57.
  ثم عرج بنا الى السماء الخامسة فاستفتح جبريل، قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا فإذا أنا بهارون، فرحب بي ودعا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء السادسة، فاستفتح جبيرل، قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قالك محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا، فإذا انا بموسى فرحب بي ودعا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء السابعة، فاستفتح جبريل، فقيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك. قال: محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا فإذا أنا بإبراهيم مسندا ظهره الى البيت المعمور وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألف ملك لا يعودون اليه، ثم ذهب بي الى سدرة المنتهى فإذا ورقها كآذان الفيل، وإذا ثمرها كالقلال، قال: فلما غشيها من أمر الله ما غشى تغيرت فما أحد من خلق الله يستطيع أن ينعتها من حسنها، قال: فأوحى الى ما أوحى، ففرض عليّ خمسين صلاة في كل يوم وليلة، فنزلت حتى انتهيت الى موسى فقال: ما فرض ربك على أمتك؟ قلت: خمسين صلاة. قال: ارجع الى ربك فاسأله التخفيف فإن أمتك لا يطيقون ذلك، فإني قد بلوت بني إسرائيل وخبرتهم، قال: فرجعت الى ربي، فقلت: يا رب خفف عن أمتي فحط عني خمسا. فرجعت الى موسى فقلت: حط عني خمسا. قال: إن أمتك لا يطيقون ذلك فارجع الى ربك فسأله التخفيف. قال: فلم أزل أرجع بين ربي وبين موسى حتى قال: يا محم إنهن خمس صلوات لكل يوم وليلة لكل صلاة عشر فتلك خمسون صلاة ومن هم بحسنة فلم يعملها كتبت له حسنة فإن عملها كتبت له عشرا، ومن هم بشيئة فلم يعملها لم تكتب شيئا، فإن عملها كتبت سيئة واحدة. فنزلت حتى انتهيت الى موسى فاخبرته، فقال: ارجع الى ربك فاسأله التخفيف. فقلت: قد رجعت الى ربي حتى حتى استحييت منه" هذا سياق مسلم في صحيحه (كتاب الايمان /162) 1م145 ح 259.

Rasulullah SAW bersabda :
“Aku didatangi Buroq, Ia adalah hewan tunggangan berwarna putih, yang tingginya setinggi unta Selain Bighol (Jenis Peranakan Kuda dengan Keledai), ia meletakkan punggungnya di batas ujung Kaki  Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW berkata: “Aku menungganginya sehingga aku sampai di baitul muqoddas, kemudian aku mengikatnya (berhenti) di sebuah Halaqoh yang mana halaqoh itu sudah dibuat sebagai tempat berkumpulnya para Nabi sebelum aku. Lalu aku masuk ke dalam masjid dan aku melaksanakan shalat 2 raka’at, kemudian aku keluar maka datanglah kepadaku Jibril as dengan membawakan tempat air yang berisi khomer dan susu, maka aku memilih yang berisi susu,  selanjutnya Jibril berkata: “engkau telah memilih Fitrah/kesucian”.
Kemudian bersama kami dinaikan ke langit dunia, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Adam serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Catatan : Malaikat Jibril Bisa diizinkan masuk Pintu langit karena bersama Baginda Nabi SAW. Karena beliau lah yang sedang di tunggu oleh Penjaga Langit.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit kedua, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Ibna-i Al Kholah, Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariyya, serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit ketiga, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Yusuf as, dan seketika itu Ia (Nabi Yusuf) membagi dua ketampanannya serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit keempat, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Idris as serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Allah swt berfirman : “ Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi “. (QS : Maryam – 57).
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit kelima, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Harun as serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit keenam, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Musa as serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit keenam, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Ibrahim as yang sedang menyandarkan punggungnya di baitul ma’mur dan Seketika ia memasukan 70.000 malaikat setiap harinya masuk ke dalam baitul ma’mur dan tidak pernah kembali lagi, Kemudian aku pergi ke sidratul muntaha, Ketika itu terlihat (Pepohonan) yang daunnya seperti telinga gajah, buahnya ibarat Buah anggur yang di topang, Maka tatkala pepohonan itu bergetar kuat karena diselubungi perintah Allah swt, dengan sebuah getaran kuat yang merubahnya maka siapakah gerangan dari makhluknya Allah swt yang mampu untuk mensifati dari keindahan peristiwa tersebut. Dan Allah memberikan wahyu kepada siapapun dan apapun yang telah diberinya wahyu, kemudian Allah mewajibkan atasku 50 shalat dalam waktu sehari semalam. Setelah itu Aku turun dari sidratul muntaha hingga bertemu dengan Nabi Musa as, lalu Nabi Musa as bertanya kepadaku:“Apa yang telah diwajibkan Tuhanmu atas umatmu?”, aku menjawab: “shalat 50 waktu”, Nabi Musa kembali berkata:“kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, sesungguhnya umatmu tak akan mampu melaksanakan hal tersebut, maka sesungguhnya aku telah berpengalaman kepada umatku Bani Israil saat aku mengabarkan hal itu kepada mereka”. Kemudian Rasulullah saw bersabda: maka aku kembali kepada Tuhanku, aku bersabda: “Wahai tuhanku, berikanlah keringanan untuk umatku”, Maka diturunkanlah dariku 5 waktu . lalu Aku kembali kepada Nabi Musa as dan berkata: “telah diturunkan dariku 5 waktu (Jadi 45)”, Nabi Musa as berkata: “umatmu masih belum mampu buntuk untuk melaksanakan hal tersebut, kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah lagi keringanan!”. Rasulullah saw bersabda: maka berangkat dan kembali diantara Tuhanku dan Nabi Musa as, sehingga Allah berfirman: “wahai Muhammad, sesungguhnya Fardlu bagi mereka (Umatmu) Shalat 5 waktu disetiap sehari semalam, untuk setiap 1 waktu shalat dihitung 10 waktu shalat sehingga menjadi 50 shalat dalam sehari semalam. Dan bagi mereka ada suatu perkara kebaikan, maka jika mereka tidak melakukannya tetap di catat baginya kebaikan, namun jika mereka melakukannya di catatnya bagi mereka 10 kebaikan, dan bagi mereka juga ada suatu perkara keburukan, maka jika mereka tidak melakukannya tidak akan di catat di buku amalnya, namun jika mereka melakukannya dicatat bagi mereka 1 keburukan.”. Kemudian aku turun kembali sehingga aku berhenti kepada Nabi Musa as, dan mengabarkan hal tersebut, Nabi Musa as kembali berkata: “kembalilah kepada Tuhanmu dan  mintalah kemurahannya”, aku bersabda: “Sungguh aku telah kembali kesana kemari menghadap Allah sehingga aku malu kepadaNya.”. Ini adalah kata riwayat Imam Muslim dalam kitab Shahihnya (Kitab Iman/ 162).

Semoga bermanfa’at dan menjadi keberkahan.

Silahkan cukup bacakan sholawat untuk saya 10x saja... terimakasih.

List Video