Tampilkan postingan dengan label isra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label isra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Rasulullah saw hadir dalam Pembacaan Maulid dan Sholawat




Apakah benar Baginda Nabi Muhammad saw hadir di majlis2 Maulid dan Sholawat ???
Para Ulama dan Habaib Al Arifuun banyak yang mengatakan bahwasannya Rasulullah saw juga hadir disaat Mahalul Qiyam dalam pembacaan Maulid...
Apakah benar ?
Apakah Masuk akal ?
Yuk kita bahas....

Oleh : donnieluthfiyy

Pemahaman yang mengatakan bahwa Rasulullah saw telah wafat, sehingga bagaimana mungkin Rasulullah saw bisa menghadiri majlis-majlis Pembacaan Maulid dan Sholawat…

Maka Jawaban atas kedangkalan pemahaman tersebut bisa dijawab dalam keterangan-keterangan berikut ini….

Dalam sebuah Riwayat Hadits Sahih Rasulullah saw bersabda :
حدثنا محمد بن عوف ثنا المقرئ ثنا حيوة عن أبي صخر حميد بن زياد عن يزيد بن عبد الله بن قسيط عن أبي هريرة ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ قال : ﻣﺎ ﻣﻦ ﻣﺴﻠﻢ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻲ ﺃﻻ ﺭﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﺭﻭﺣﻲ حتى أﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ
“ Diriwayatkan dari Muhammad Bin Auf dari Al MAqri dari Hiwah dari Abu Sokhro Hamid Bin Ziyad dari Yazid Bin Abdillah Bin Qosith dari Abu Hurairoh rah sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : Tiada seorang mulim-pun yang bersholawat kepadaku,  kecuali Allah swt mengembalikan Ruhku sehingga aku membalas salam orang tersebut “.

Hadits tersebut adalah hadits yang Masyhur, banyak diriwayatkan oleh para Muhaddits terdahulu, Bahkan Albani sendiri dalam Kitab Sahihul Jami menilai Sahih hadits tersebut.

Sekarang kita coba analogikan Berapa banyak setiap waktunya orang yg bersholawat kepada Nabi saw,  sedangkan dalam sholat lima waktu… Sholawat atas Nabi saw menjadi Rukun didalamnya, sehingga didalam setiap sholat, umat muslim diseluruh dunia membaca sholawat atas Nabi saw, belum lagi sholawat-sholawat yang dibaca di luar sholat, maka jika kita perhatikan orang yang melakukan sholat di seluruh penjuru dunia ini tidak pernah lepas terhenti 24 jam penuh, sambung menyambung dari satu belahan ke belahan bumi yang lainnya, yg berarti jika merujuk pada hadits tersebut maka Ruh Nabi senantiasa terus berada dalam Jasadnya untuk membalas salam umatnya tersebut...

Hadits tersebut diperkuat oleh hadits lainnya :
‏ قال أبو يعلى : حدثنا أبو الجهم الأزرق بن علي حدثنا يحيى بن أبي بكر حدثنا المستلم بن سعيد عن الحجاج عن ثابت البناني : عن أنس بن مالك : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( الأنبياء أحياء في قبورهم يصلون ). 
“ Telah berkata Abu Ya’la telah meriwayatkan kepadaku Abul Jahm Al Azraq dari Yahya bin Abu Bakr dari Mustalam bin Sa’id dari Al Hajaj dari Tsabit Al Banani : dari Anas Bin Malik : Rasulullah saw bersabda : Adapun Para Nabi tetap hidup dalam kubur mereka,  mereka senantiasa memohon ampunan  kepada Allah (untuk umatnya) “. (Imam Baihaqi menilai Sanad hadits ini Sahih)

Dalil selanjutnya adalah firman Allah swt :
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
“ Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki “.

Bayangkan jika Syuhada saja tidak dikatakan Mati dalam kematian mereka, apalagi para Nabi dan Rasul yang jelas derajat mereka jauh diatas para Syuhada.

Kesimpulan berdasarkan dalil-dalil diatas bahwasannya Allah swt menjadikan kematian kepada MakhlukNya, namun Allah swt pun mampu menghidupkan kembali dalam setiap kematian tersebut, seperti Allah swt menghidupkan Tanah yang Tandus (Mati) dengan air hujan, sehingga ditumbuhkan kembali biji-bijian yang ditanam dan menghasilkan buah-buahan untuk dimakan. Kuasa Allah swt tidak boleh dibatasi dengan kedangkalan akal manusia dalam memahami suatu peristiwa, Allah swt memberikan kematian dan memberikan kehidupan sesuai kehendaknya, dan dalam kematian jika Allah swt menghendaki kehidupan didalamnya maka cukuplah bagi Allah swt “ Kun Fayakun”, tiada yang mustahil bagi Allah swt.

Lalu bagaimana dengan kehadiran Rasulullah saw dalam majlis-majlis pembacaan maulid, yang bisa saja waktunya bersamaan di tempat yang berbeda dengan jumlah yang banyak ??? apa mungkin Rasulullah saw berjumlah banyak ???

Jawaban dari pertanyaan tersebut sesungguhnya amat mudah di jawab jika kita telah mengimani peristiwa Isra dan Mi’rajnya Nabi Muhammad saw.

maka meyakini Rasulullah saw yang bisa berada dalam beberapa tempat dalam waktu yang bersamaana seharusnya akan lebih mudah…

Kuncinya adalah “ Atas Kuasa dan Kehendak Allah swt “.

Ketika Rasulullah saw dalam satu malam melakukan perjalanan dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsa dan Naik (Uruj) ke atas langit sampai ke langit ketujuh dan menuju Sidratul Muntaha yakni tempat yang amat tinggi dan jauh yang tidak mungkin bisa dijangkau oleh makhluk kecuali atas kehendak Allah swt, di sidratul Muntaha itulah Rasulullah saw bertemu dengan Penciptanya Allah swt. Beliau saw bertemu Allah swt dengan Jasad, Ruh dan akalnya.

Selain itu kita sering mendengar kisah-kisah tentang peristiwa demi peristiwa yang di alami Rasulullah saw dalam satu malam ketika Isra Mi’raj tersebut, maka akan kita temukan kisah-kisah yang amat banyak tiada habis-habisnya yang di riwayatkan dalam hadits maupun atsar serta oleh para Ulama dalam Kitab-kitabnya, yang dalam kisah satu persatunya memiliki lokasi dan tempat yang berbeda-beda, bahkan bukan hanya dalam satu belahan bumi, namun antar Galaksi dan beberapa Alam, dimana setiap tempat dalam setiap tingkatan surga maupun neraka disinggahinya, yang jarak antar tingkataannya tersebut seperti jarak antar Galaksi, kemudian Kisah Jabal Qof dan kisah-kisah lainnya yang tiada habis-habisnya yang terjadi hanya dalam satu malam saja, lalu apa artinya jika hanya berada dalam satu waktu bersamaan dalam banyak tempat yang hanya seluas Bumi ini?, Jika Isra Mi’raj saja bisa terjadi pada diri Rasulullah saw.

Semua itu bisa terjadi atas Kuasa dan Kehendak Allah swt.

Wallahu A’lam… semoga bermanfaat.


Minggu, 04 Juni 2017

3 Amal yang di lebih istimewakan oleh Allah swt




*_Ada 3 Amal yang di lebih istimewakan oleh Allah swt, amalan2 tersebut yaitu ;_*

Oleh : donnieluthfiyy

1.     1.   *Shalat.*
Semua perintah ibadah diperintahkan Allah swt kepada Baginda Nabi Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril kecuali Shalat, maka perintah shalat ini di perintahkan langsung oleh Allah swt kepada Nabi saw ketika Mi’raj tanpa melalui malaikat Jibril. Nabi saw bertemu langsung dengan Allah swt di Sidratil Muntaha.
Dalil : http://doni-nurhadi.blogspot.co.id/2017/03/kisah-miroj-rasulullah-saw.html

2.     2.   *Puasa.*
Semua amal kembali kepada diri sendiri orang yang beramal kecuali Puasa, karena puasa untuk Allah semata dan Allah swt akan membalasnya khusus di akhirat nanti, Seperti di Firmankan Alla swt dalam Haditz Qudsi;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Rasulullah saw bersabda : Allah swt berfirman “ Semua Amal Bani Adam adalah Baginya kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan sesungguhnya aku akan membalasnya”.

3.     3.   *Shalawat Atas Nabi saw.*
Semua amal yang diperintahkan Allah swt kepada HambaNya tiadalah Allah swt mencontohkannya/ melakukannya kecuali Shalawat Atas Nabi saw, Allah swt memerintahkan Hambanya untuk bershalawat atas Nabi saw dan Allah swt beserta para malaikatNya senantiasa bershalawat atas Nabi saw, seperti Firmannya :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Al-Ahzaab: 56)


Wallahu A’lam..... Semoga bermanfaat....

Selasa, 28 Maret 2017

Kisah Mi'roj Rasulullah SAW...



Kisah Mi'roj Rasulullah SAW...
Di Kutip Dari Kitab Isra Mi’raj Imam Al Muhadits Jalaluddin As Suyuthi ra.

Diterjemahkan oleh : donnieluthfiyy

Imam Muslim berkata : Telah meriwayatkan kepada kami Imam Syaiban Bin Farukh, dari Imam Hammad Bin Salamah dari Imam Tsabit Al Banani dari Sahabat Anas rah :
                قال مسلم:
  حدثنا شيبان بن فروخ، عن حماد بن سلمة، عن ثابت البناني عن أنس رضي اله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وعلى آله قال:
" أتيت بالبراق ـ وهو دابة أبيض طويل فوق الحمال دون الغل، يضع حافره عند منتهى طرفه ـ قال: فركبته حتى أتيت بيت المقدس، فربطته بالحلقة التي يربط بها الأنبياء ثم دخلت المسجد فصليت فيه ركعتين، ثم خرجت فجاءني جبريل ( عليه السلام) بإناء من خمر وإناء من لبن فاخترت اللبن، فقال جبريل: اخترت الفطرة.
  ثم عرج بنا الى السماء الدنيا، فاستفتح جبريل؛ فقيل من أنت؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: بعث إليه: ففتح لنا فإذا أنا بآدم، فرحب بي ودعا لي بخير ثم عرج بنا الى السماء الثانية فاستفتح جبريل، فقيل من أنت؟ فقال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: قد بعث إليه؟ قال: بعث إليه. ففتح لنا فإذا أنا بابنى الخالة عيس بن مريم ويحيى بن زكريا، فرحبا بي ودعوا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء الثالثة، فاستفتح جبريل، فقيل: من أنت؟ فقال: جبريل: قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: وقد بعث اليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا، فإذا انا بيوسف وإذا هو قد أعطي شطر الحسن، فرحب بي ودعا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء الرابعة: فاستفتح جبريل، قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: وقد بعص إليه؟ قال: قد بعث الله إليه. ففتح لنا، فإذا أنا بأدريس، فرحب بي ودعا لي بخير.
قال الله تعالى:{ ورفعناه مكانا عليّا} مريم /57.
  ثم عرج بنا الى السماء الخامسة فاستفتح جبريل، قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا فإذا أنا بهارون، فرحب بي ودعا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء السادسة، فاستفتح جبيرل، قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قالك محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا، فإذا انا بموسى فرحب بي ودعا لي بخير.
  ثم عرج بنا الى السماء السابعة، فاستفتح جبريل، فقيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك. قال: محمد. قيل: وقد بعث إليه؟ قال: قد بعث إليه. ففتح لنا فإذا أنا بإبراهيم مسندا ظهره الى البيت المعمور وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألف ملك لا يعودون اليه، ثم ذهب بي الى سدرة المنتهى فإذا ورقها كآذان الفيل، وإذا ثمرها كالقلال، قال: فلما غشيها من أمر الله ما غشى تغيرت فما أحد من خلق الله يستطيع أن ينعتها من حسنها، قال: فأوحى الى ما أوحى، ففرض عليّ خمسين صلاة في كل يوم وليلة، فنزلت حتى انتهيت الى موسى فقال: ما فرض ربك على أمتك؟ قلت: خمسين صلاة. قال: ارجع الى ربك فاسأله التخفيف فإن أمتك لا يطيقون ذلك، فإني قد بلوت بني إسرائيل وخبرتهم، قال: فرجعت الى ربي، فقلت: يا رب خفف عن أمتي فحط عني خمسا. فرجعت الى موسى فقلت: حط عني خمسا. قال: إن أمتك لا يطيقون ذلك فارجع الى ربك فسأله التخفيف. قال: فلم أزل أرجع بين ربي وبين موسى حتى قال: يا محم إنهن خمس صلوات لكل يوم وليلة لكل صلاة عشر فتلك خمسون صلاة ومن هم بحسنة فلم يعملها كتبت له حسنة فإن عملها كتبت له عشرا، ومن هم بشيئة فلم يعملها لم تكتب شيئا، فإن عملها كتبت سيئة واحدة. فنزلت حتى انتهيت الى موسى فاخبرته، فقال: ارجع الى ربك فاسأله التخفيف. فقلت: قد رجعت الى ربي حتى حتى استحييت منه" هذا سياق مسلم في صحيحه (كتاب الايمان /162) 1م145 ح 259.

Rasulullah SAW bersabda :
“Aku didatangi Buroq, Ia adalah hewan tunggangan berwarna putih, yang tingginya setinggi unta Selain Bighol (Jenis Peranakan Kuda dengan Keledai), ia meletakkan punggungnya di batas ujung Kaki  Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW berkata: “Aku menungganginya sehingga aku sampai di baitul muqoddas, kemudian aku mengikatnya (berhenti) di sebuah Halaqoh yang mana halaqoh itu sudah dibuat sebagai tempat berkumpulnya para Nabi sebelum aku. Lalu aku masuk ke dalam masjid dan aku melaksanakan shalat 2 raka’at, kemudian aku keluar maka datanglah kepadaku Jibril as dengan membawakan tempat air yang berisi khomer dan susu, maka aku memilih yang berisi susu,  selanjutnya Jibril berkata: “engkau telah memilih Fitrah/kesucian”.
Kemudian bersama kami dinaikan ke langit dunia, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Adam serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Catatan : Malaikat Jibril Bisa diizinkan masuk Pintu langit karena bersama Baginda Nabi SAW. Karena beliau lah yang sedang di tunggu oleh Penjaga Langit.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit kedua, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Ibna-i Al Kholah, Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariyya, serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit ketiga, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Yusuf as, dan seketika itu Ia (Nabi Yusuf) membagi dua ketampanannya serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit keempat, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Idris as serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Allah swt berfirman : “ Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi “. (QS : Maryam – 57).
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit kelima, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Harun as serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit keenam, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Musa as serta ia menyambutku (Dengan senangnya) dan mendoakan aku dengan kebaikan.
Kemudian aku dinaikkan lagi ke atas langit keenam, kemudian Jibril meminta dibukakan pintu (Pada Penjaga Pintu Langit Dunia). Dan penjaga pintu berkata :“siapa anda?”, Jibril menjawab: “aku Jibril”, Dan penjaga pintu berkata lagi : “bersama siapakah anda?”, Jibril menjawab: “Aku bersama Muhammad”, ia berkata kembali: “Sungguh Allah telah mengutus kepadanya”, kemudian Jibril menjawab: “ya, Allah telah mengutusnya”. Maka terbukalah bagi kami pintu langit, seketika itu aku (Muhammad) bertemu dengan Nabi Ibrahim as yang sedang menyandarkan punggungnya di baitul ma’mur dan Seketika ia memasukan 70.000 malaikat setiap harinya masuk ke dalam baitul ma’mur dan tidak pernah kembali lagi, Kemudian aku pergi ke sidratul muntaha, Ketika itu terlihat (Pepohonan) yang daunnya seperti telinga gajah, buahnya ibarat Buah anggur yang di topang, Maka tatkala pepohonan itu bergetar kuat karena diselubungi perintah Allah swt, dengan sebuah getaran kuat yang merubahnya maka siapakah gerangan dari makhluknya Allah swt yang mampu untuk mensifati dari keindahan peristiwa tersebut. Dan Allah memberikan wahyu kepada siapapun dan apapun yang telah diberinya wahyu, kemudian Allah mewajibkan atasku 50 shalat dalam waktu sehari semalam. Setelah itu Aku turun dari sidratul muntaha hingga bertemu dengan Nabi Musa as, lalu Nabi Musa as bertanya kepadaku:“Apa yang telah diwajibkan Tuhanmu atas umatmu?”, aku menjawab: “shalat 50 waktu”, Nabi Musa kembali berkata:“kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, sesungguhnya umatmu tak akan mampu melaksanakan hal tersebut, maka sesungguhnya aku telah berpengalaman kepada umatku Bani Israil saat aku mengabarkan hal itu kepada mereka”. Kemudian Rasulullah saw bersabda: maka aku kembali kepada Tuhanku, aku bersabda: “Wahai tuhanku, berikanlah keringanan untuk umatku”, Maka diturunkanlah dariku 5 waktu . lalu Aku kembali kepada Nabi Musa as dan berkata: “telah diturunkan dariku 5 waktu (Jadi 45)”, Nabi Musa as berkata: “umatmu masih belum mampu buntuk untuk melaksanakan hal tersebut, kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah lagi keringanan!”. Rasulullah saw bersabda: maka berangkat dan kembali diantara Tuhanku dan Nabi Musa as, sehingga Allah berfirman: “wahai Muhammad, sesungguhnya Fardlu bagi mereka (Umatmu) Shalat 5 waktu disetiap sehari semalam, untuk setiap 1 waktu shalat dihitung 10 waktu shalat sehingga menjadi 50 shalat dalam sehari semalam. Dan bagi mereka ada suatu perkara kebaikan, maka jika mereka tidak melakukannya tetap di catat baginya kebaikan, namun jika mereka melakukannya di catatnya bagi mereka 10 kebaikan, dan bagi mereka juga ada suatu perkara keburukan, maka jika mereka tidak melakukannya tidak akan di catat di buku amalnya, namun jika mereka melakukannya dicatat bagi mereka 1 keburukan.”. Kemudian aku turun kembali sehingga aku berhenti kepada Nabi Musa as, dan mengabarkan hal tersebut, Nabi Musa as kembali berkata: “kembalilah kepada Tuhanmu dan  mintalah kemurahannya”, aku bersabda: “Sungguh aku telah kembali kesana kemari menghadap Allah sehingga aku malu kepadaNya.”. Ini adalah kata riwayat Imam Muslim dalam kitab Shahihnya (Kitab Iman/ 162).

Semoga bermanfa’at dan menjadi keberkahan.

Silahkan cukup bacakan sholawat untuk saya 10x saja... terimakasih.

List Video