Tampilkan postingan dengan label Ihsan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ihsan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2019

Tabiat Manusia saat di Uji dengan Musibah




Tabiat Manusia saat di Uji dengan Musibah.

Telah berkata Kanjeng Syaikh Abdul Qadir Al Jilani ra...
"Saat seseorang di uji dengan suatu Musibah, baik berupa sakit, bencana, keuangan, kekecewaan dan kebangkrutan, maka pertama Ia akan bertindak dengan kekuatan diri sendirinya, sehingga saat upaya diri sendirinya tidak menghasilkan jalan keluar, maka ia akan meminta pertolongan makhluk lain, semisal kepada Para penguasa, Pengusaha, dan orang2 berpengaruh. Jika ia sakit maka ia akan meminta pertolongan kepada dokter, Thabib dll, sehingga saat semua itu juga tidak menghasilkan jalan keluar, barulah ia akan meminta pertolongan Allah swt dengan meratap, berdo'a, beramal dengan banyaknya amal ibadah serta merendahkan dirinya dihadapan Allah swt. sekali-kali Allah swt tidak menerima semua Ratapannya tersebut, sebelum ia benar-benar memutuskan dirinya dari kebergantungannya kepada Hal-hal duniawi, setelah ia bisa melepaskan dirinya dari semua itu, barulah akan tampak Taqdir dan keputusan Allah swt dan lepaslah ia dari kebergantungan kepada sebab-sebab yang bersifat duniawi tersebut, maka hanya tinggal Ruhnya sajalah pada dirinya.

Dalam Tahap ini yang tampak olehnya hanyalah ketentuan dan perbuatan Allah swt semata, dan tertanamlah dalam hatinya keyaqinan dan ketauhidan yang nyata kepada Allah swt. Ia memahami haqiqat bahwasannya tiada pelaku atau gerak ataupun diam kecuali Allah swt saja, tiada kebaikan atau keburukan, tiada kerugian atau keuntungan, tiada Faidah atau Anugerah, tiada hidup atau mati, tiada terbuka atau tertutup, tiada kaya atau Papa (Miskin) melainkan kesemuanya itu ada dalam genggaman tangan Allah swt semata.

Ia tiada ubahnya seperti Bayi dalam susuan Ibunya, atau Mayit atas orang yang memandikannya, ataupun seperti bola yang dimainkan pemainnya, bergulir dan melambung kesana - kemari senantiasa berubah tempat dan bergerak kedudukannya, Ia tidak memiliki daya serta upaya. Maka hilanglah ia dari dirinya dan masuk kedalam Af'al (perbuatan) Allah swt semata-mata.

Hamba Allah yang semacam ini yang dilihatnya adalah perbuatan Allah swt saja, yang didengar dan diketahui hanyalah Allah swt, jika Ia melihat sesuatu, maka yang dilihatnya adalah perbuatan Allah swt, jika Ia mendengar dan mengetahui sesuatu, maka yang didengar dan diketahuinya semata adalah Firman Allah swt. Saat ia mengetahui sesuatu, maka ia mendapati pengetahuannya itu adalah pengetahuan Allah swt, Ia akan diberikan Karunia Allah swt. Maka jadilah ia hamba yang beruntung dekat dengan Allah swt, Ia menjadi hamba bertabiat indah dihiasi dan dimuliakan, Ia Ridlo kepada Allah swt, dan bertambah dekatlah ia dengan Allah swt, serta bertambahlah cintanya kepada Allah swt, semakin Khusu' ia berdzikir mengingat Allah swt, dan bersemayamlah ia disisi Allah swt, kemudian Allah swt membimbingnya dan menghiasinya dengan cahaya Ilmu Allah swt, sehingga tersingkaplah tabir yang menghalanginya dari rahasia-rahasia Allah swt yang Maha Agung, ia hanya mendengar dan mengingat Allah swt serta tiada sesuatupun hal-hal duniawi yang mampu memalingkannya dari Allah swt yang Maha Tinggi, kemudian ia menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dan mengingat Allah swt."

Selasa, 07 Agustus 2018

Jangan mengaitkan Bencana Alam dengan Adzab kepada Umat Nabi saw.



Jangan mengaitkan Bencana Alam dengan Adzab kepada Umat Nabi saw.

Oleh : donnieluthfiyy

Ketika Allah swt mewahyukan Firmannya berikut ini kepada Nabi Muhammad saw :

Allah SWT berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)." (QS. Al-An'am 6: Ayat 65)

Dalam Tafsir Baghowi berkenaan ayat tersebut, kemudian Nabi saw memanjatkan Do'a dengan Do'a berikut ini...

عن عامر بن سعد بن وقاص عن أبيه، قال: أقبلنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى مررنا على مسجد بني معاوية فدخل فصلى ركعتين وصلينا معه فناجى ربه طويلاً ثم قال:" سألت ربي ثلاثاً: سألته أن لا يهلك أمتي بالغرق فأعطانيها، وسألته أن لا يهلك أمتي بالسنة فأعطانيها، وسألته أن لا يجعل بأسهم بينهم، فمنعنيها ".

" Diriwayatkan dari Amir bin Sa'ad bin Waqosh dari ayahnya, Ia berkata : kami melewati Masjid Bani Mu'awiyah kemudian kami memasukinya dan Shalat 2 Raka'at, selanjutnya Kami Sholat bersama Nabi saw, selesai shalat maka Nabi bermunajat begitu lama kepada Rabbnya, kemudian beliau saw berdo'a : “Aku meminta tiga (hal) pada Rabbku, Ia mengabulkan dua (hal) dan menolakku satu (hal). Aku meminta Rabbku agar tidak membinasakan ummatku dengan kekeringan, maka Ia mengabulkannya untukku. Aku meminta-Nya agar tidak membinasakan ummatku dengan banjir, maka Ia mengabulkannya untukku. Dan aku meminta-Nya agar tidak menjadikan kehancuran mereka di antara sesama mereka tapi Ia menolaknya.”

Maka apakah kalian kemudian selalu mengaitkan Bencana Alam dengan Adzab kepada Umat Muslim? Seakan2 itu adalah Adzab dunia bagi Umat Muslim...

Ketahuilah! Salah satu keutamaan Nabi Muhammad saw untuk umatnya adalah...
Bahwasannya Allah swt memberikan RahmatNya untuk Umat Nabi saw sehingga tidak menjadikan mereka seperti umat2 terdahulu yang di adzab langsung dengan bencana Alam, yang kemudian membinasakannya...

Apakah kalian Ragu bahwa Allah swt telah mengabulkan Do'a NabiNya yang tercinta, bahwasannya dengan sebab Do'a beliau saw tersebut Allah swt berkenan menunda AdzabNya kepada Umat baginda Nabi Muhammad saw hingga nanti di Akhirat kelak...

Justru satu hal do'a yang di tolakNya adalah...
Bahwa Umat Islam akan saling menghancurkan satu sama lainnya... Dan ini justru malah yang tidak kalian sadari... Malahan kalian saling menuding bahwa Bencana Alam adalah Adzab untuk masing2 mereka...

أسكت لا تتكلم، اذا كنت لم تفهم

"Diamlah jangan berbicara, jika kalian tidak mengerti...!!!" 😠

Jangan sampai kalian yang menjadi sebab Fitnah kehancuran Umat hingga saling memerangi satu sama lainnya...

Tiga pilar Agama yang tidak boleh di lupakan (Islam, Iman dan Ihsan).





Tiga pilar Agama yang tidak boleh di lupakan.

Oleh : donnieluthfiyy

Agama Islam terbagi menjadi 3 Bagian penting yang tak bisa terpisahkan, ketiganya saling terkait dan melengkapi, jika salah satu dari ketiga bagian tersebut tidak terimplementasikan pada diri penganutnya, maka akan terjadi kepincangan dalam menjalankan Agama.
Ketiga bagian tersebut adalah :

1.       Islam
Agama sebagai landasan hukum bagi perkara-perkara yang Wajib dan perkara-perkara yang dilarang.

2.       Iman
Agama sebagai landasan Aqidah/Keyakinan.

3.       Ihsan
Agama sebagai Penyeimbang antara Landasan Islam dan Iman.

Kebanyakan orang lebih mendominasi dalam Hal Islam dan Iman, namun melupakan bagian Ihsan, sehingga Agama menjadi hal yang kaku yang seakan tidak mampu memberikan solusi bagi kehidupan, saling bertentangan satu dengan lainnya dalam permasalahan Agama itu sendiri, banyak orang lupa bahwa Agama di ciptakan Allah, dan DIA pula yang mengatur dan mengurusnya, sehingga semua sudah dalam kendali dan pengawasannya serta dalam perencanaannya. Ketika seseorang beragama lebih dominan dalam hal Islam dan Iman, maka terkadang ia terpeleset memerankan diri sebagai Pencipta Agama itu sendiri, hal itu dikarenakan dalam menjalankan Agama ia tidak mampu memanifestasikan dalam dirinya bahwa seakan-akan ia selalu diawasi, dilihat atau melihat Allah swt.

Salah satu yang termasuk dalam Bagian Ihsan adalah Bab Ridlo.

Habib Zain bin Ibrohim Bin Sumaith Ba’alawi Al Hasani menyampaikan dalam Kitab karangannya yang berjudul Syarah Hadits Jibril berkenaan dengan Ridlo :

Ridlo dengan Qodho (Ketetapan Allah) adalah Fardhu yang tidak dapat dielakan, sama saja apakah Qodho yang manis maupun yang pahit, Ridlo adalah perkara yang dicari dalam urusan Dunia, dari orang yang Faqir maupun Kaya, dalam keadaan Untung maupun rugi, atau dalam kondisi sakit, sehat sekalipun menjelang kematian ataupun yang semisal hal tersebut. Dalam Hadits Qudsi Allah swt berfirman : ((Siapa orangnnya yang tidak ridlo dengan Qodho-Ku, dan tidak bersabar atas Bala-UjianKu, serta tidak bersyukur kepada Nikmat-nikmatKu, maka silahkan cari Tuhan selainKu)). Dan Baginda Nabi Muhammad saw bersabda : ((Orang yang merasakan kepuasan Iman adalah orang yang Ridlo bahwasannya Allah swt sebagai Tuhan, Agama Islam sebagai Agama dan Nabi Muhammad saw sebagai Nabi)) (HR. Muslim [34]).

Maka siapapun yang Ridlo kepada Allah swt sebagai Tuhan, Wajib baginya Ridlo kepada Pengaturan/PerencanaanNya serta kepada Pilihan-pilihanNya, juga dengan Pahit QodhoNya, dan agar Qona’ah (Menerima dengan Lapang hati) dengan apa yang telah di bagiNya dari perkara Rizqi, dan hendaklah menjadi penyabar ketika datangnya Bala-Ujian, meninggalkan murka ketika datangnya Musibah-musibah dan perkara-perkara yang merugikan. Dalam satu Hadits Nabi saw bersabda : ((Sesungguhnya Allah swt ketika mencintai suatu Kaum, maka Ia menurunkan Bala-UjianNya kepada mereka, maka siapa orangnya yang ridlo, Allah swt juga meridloinya, dan siapa orangnya yang murka, maka Allah swt juga murka kepadanya)). (HR. Imam Tarmidzi [2396]).

Ketahuilah alamat/ tanda-tandanya ketiadaaan Ridlo dengan Qodho adalah :

  1. Perkataan : (Kenapa?) dan (Bagaimana ?).
  2. Nyata dan Nampaknya keluhan kepada Makhluq.
Dalam sebuah Hadits di sebutkan ((Siapa orangnya yang mengeluh dengan musibah yang diturunkan kepadanya, maka seakan-akan Ia mengeluhkan Allah swt (Sebagai tuhannya))).

Syaikh Imam Abul Hasan As Syadzili ra (Seorang Wali Allah Mursyid yang agung) berkata : Satu macam perkara yang bisa menjadikan amal menjadi sia-sia, dan banyak manusia tidak memperhatikan hal tersebut, perkara tersebut yaitu : Murkanya seorang hamba atas Qodho Allah swt, Allah swt berfirman : {{Demikian itu adalah dikarenakan mereka benci terhadap apa yang di turunkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menghapuskan (pahala ) segala amal perbuatan mereka}}. (Q.S. Muhammad : 9).


Wallahu A’lam....... 

List Video